tujuan perjalanan kali ini adalah dataran tinggi dieng. semangat yang membuncah sudah timbul ketika membuka mata dari tidur. kami akan berangkat berempat. rencana berangkat jam 7.30 pagi molor jadi jam 8. tampak langit mulai mendung namun itu tidak menyurutkan niat untuk melihat semayam para dewa/i

perjalanan memakan waktu sekitar satu setengah jam. kami menggunakan motor agar bisa lancar. alasan menggunakan motor baru gw sadari setelah melihat medan yang sangat sulit. dari banjar negara harus mengintari gunung dan melewati bukit2 yang memberikan tanjakan dan tikungan yang tak terhitung jumlahnya. walaupun pegal, semua terbayar dengan pemandangan yang terhampar.
——-
prolog
dieng plateau (datarang tinggi) merupakan dataran tinggi kedua tertinggi di dunia setelah dataran tinggi himalaya. dihuni oleh masyarakat yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani. dataran tinggi ini memiliki suhu yang sangat dingin, bisa mencapai 0 derajad celcius.
land above the clouds
tak salah jika julukan ini diberikan ke daerah dieng. daerah ini sering tertutupi oleh awan atau kabut. bisa saja pemandangan yang indah oleh hamparan kebun tiba2 tertutup oleh kabut tebal yang sangat dingin.
land of myth
dieng dipercaya sebagai tempat bermukimnya dewa dewi. sesuai dengan arti namanya. Dieng berasal dari gabungan dua kata Bahasa Kawi: “di” yang berarti “tempat” atau “gunung” dan “Hyang” yang bermakna (Dewa). Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam
——— Read More…